Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

OBROLAN SANTAI BERSAMA "SAHABAT KAPAS"

Rabu, 26 November 2014 menjadi momentum berharga kami mengetahui permasalahan-permasalahan anak yang terjerat kasus hukum. Obrolan santai kami lakukan bersama komunitas "sahabat kapas", yang dalam obrolan itu kami mengulas seperti apa keberadaan anak-anak penghuni lembaga pemasyarakatan (lapas). Sore itu pukul 14.00 WIB, kami sekelompok pemuda Klinik Advokasi & Hak Asasi Manusia Universitas Islam Indonesia beserta fasilitator-fasilitator Forum Anak Nasional dari berbagai Universitas yang turut peduli terhadap “Anak” melakukan kunjungan ke Komunitas "Sahabat Kapas" di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tujuan dari kegiatan ini khususnya merujuk pada harapan adanya sharing ilmu dan pengalaman diantara kita bersama. Sedikit informasi mengenai Klinik Advokasi & Hak Asasi Manusia UII (KAHAM UII) Yogyakarta merupakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang bergerak dibidang kajian dan aksi dalam hal Advokasi dan Hak Asasi Manusia yang pada periode kepengurusan kal...

ASA YANG TAK TERCAPAI ?

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Kita ketahui bersama bahwa manusia diciptakan oleh Tuhan YME ada tujuannya. Diantara tujuan itu salah satunya adalah sebagai khalifah (arab) atau pemimpin di muka bumi. Terkadang kita memaknai pemimpin adalah manusia yang berkuasa. Tidak salah apabila kita memaknai seperti itu, sebab sudah menjadi realita bahwa pemimpin adalah manusia yang berkuasa. Namun apabila kita berfikir luas pemimpin bukan berarti hanya manusia yang berkuasa, melainkan manusia yang mampu mengendalikan / mengontrol sikap dan perilaku (baik hak maupun batil). Mengutip kata-kata dalam bukunya MH Ainun Najib, bahwa manusia “seyogyanya itu menjadi manusia wajib dimana kedatangannya sangat dinanti dan kepergiannya sangat ditangisi”.  Mencapai manusia yang sebagaimana dikatakan Cak Nun (panggilan akrab MH Ainun Najib) menjadi hal yang mustahil apabila tidak dilandasi pendidikan agama (spiritual), moral (karakter/emosional), pendidikan ilmu pengetahuan (intelektual). Landasan itulah yang...

DON'T ASK TO MUCH, IF YOU CAN'T GIVE ANYTHING

Assalamu’alaikum Wr.Wb Kawan-kawan, Penulis akan berbagi kisah. Kisah ini hanya fiktif belaka karangan penulis, namun penulis kira akan sangat erat hubungannya dalam kehidupan kita. Selamat membaca ! Dua orang anak sebut saja Dora dan Susan. Mereka berdua sangat suka terhadap kegiatan-kegiatan sosial. Dora merupakan anak yang sangat cerdas, ia menguasai hampir semua mata pelajaran. Daya kecerdasannya tidak diragukan lagi, sehingga ia mendapat kesempatan untuk mengikuti sebuah kegiatan berskala Nasional. Kegiatan tersebut merupakan upaya dalam memberi wadah bagi anak untuk mengekspresikan perannya terhadap permasalahan sosial. Dalam kegiatan tersebut diberikan pelatihan-pelatihan bagaimana cara berperan terhadap permasalahan sosial. Dora merupakan seorang anak yang suka sekali dikenal oleh kawan-kawannya, sebab dengan dikenal ia merasa mudah untuk berinteraksi dengan kawan-kawannya, sehingga ia tidak harus mengenali kawan-kawannya satu-persatu. Cukup dengan ia dikenal, maka suatu s...

ISLAM DAN PERPOLITIKAN DUNIA

Bismillah Hirrahmannirrahim Assalamu’alaikum Wr. Wb.             Mengamati dinamika politik yang ditandai dengan banyaknya konflik diberbagai belahan dunia. Sepertinya menarik dan sangat perlu membahas judul diatas, sebab dalam konflik tersebut tidak lepas keterkaitannya dengan masyarakat islam.             Langsung saja penulis contohkan konflik antara Israel dengan Palestina dan gerakan Negara Islam Irak Suriah (NIIS) atau sering kita dengar dengan istilah ISIS. Semalam [15/10] penulis mengikuti diskusi yang mengangkat tema “Kontroversi Gerakan ISIS terhadap Radikalisme Global”, sangat menarik diskusi tersebut saat pembicara membuka wacana tentang sejarah dan peradaban antara Timur Tengah – Barat. Inti yang dapat penulis catat dari uraian pembicara yakni pada awalnya Islam itu berkuasa dan jaya peradabannya ditandai dengan banyak ilmuwan-ilmuwan dari islam namun Bar...

"STOP CHILD MARRIAGE" DAN PELINDUNGAN ANAK

Assalamu'alaikum Wr.Wb.        Berbicara mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) penulis ingin membahas mengenai Hak-hak pokok yang dimiliki oleh anak antara lain Hak Hidup, Tumbuh Kembang, Perlindungan dan Partisipasi (UU NO. 23 Tahun 2002). Sudah sekian lama kasus yang melanggar Hak-hak tersebut terjadi di Indonesia. Pada kali ini penulis hanya akan membahas mengenai Kasus Pernikahan di Bawah Umur, dimana dampak pernikahan dibawah umur tersebut secara langsung maupun tidak langsung dapat menghilangkan hak-hak anak sebagaimana tertera pada UU NO.23 Tahun 2002. Meski pada dasarnya kasus tersebut sudah diatur oleh Undang-undang tentang pelarangannya, tapi mengapa kasus-kasus tersebut masih banyak terjadi di Indonesia? Berdasar pengamatan penulis terhadap dinamika sosial pada anak, di era modern yang terdukung oleh kemajuan teknologi seakan-akan moral anak cenderung mengalami kemerosotan. Hal ini dibuktikan oleh perilaku anak-anak jaman sekarang yang sudah mengenal porno...

GOLDEN ANNIVERSARY SMA 271

Di sini penulis akan membuktikan bahwa suatu hal yang besar tidak lahir dari hal yang besar pula, namun justru lahir dari hal kecil. Dari pengalaman penulis saat belajar di SMA tercinta (baca : SMAN 1 Pacitan). Pastinya di organisasi penulis dapatkan pesan-pesan moral itu. Dan sangat disayangkan apabila pembaca tidak membaca tulisan ini sampai kelar. Saat itu ada sebuah gagasan yang amat besar (baca : HUT Emas ke-50) yang dilimpahkam kepada kami (baca : Pengurus OSIS). Disini suatu proses mulai kami lakukan. Tidak tanggung-tanggung kami memiliki gagasan yang sangat besar dengan visi yang tinggi pula. Namun ternyata gagasan tersebut tidak terdukung oleh suatu hal yang besar pula (baca : anggaran). Tiap hari kita selalu memperbaiki konsep supaya mendapat dukungan yang besar. Namun semua serasa selalu digagalkan, tiap konsep yang kami ajukan tidak mendapat dukungan. Tidak tau apa sebenarnya sebabnya, padahal kami akan berusaha untuk memenuhi anggaran kegiatan itu. Karena ada sejarah, p...

DEMOKRASI PASCA PENGESAHAN RUU PILKADA OLEH DPRD

           Setelah RUU PILKADA disahkan oleh DPR melalui jalan votting menjadi UU PILKADA tentang pemilihan kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) oleh DPRD. Penulis tertarik untuk membahas bagaimana Demokrasi yang telah diperjuangkan dan dibangun pasca reformasi 1998 akan mulai ditumbangkan lagi pada era ini. Demokrasi di Indonesia telah menduduki peringkat 3 dunia. Menurut penulis tolok ukur yang digunakan untuk memberi peringkat tersebut adalah sejauh mana rakyat turut terlibat dalam menentukan pemerintahan. Karena jika berdasar bagaimana demokrasi itu dijalankan sesuai etika-etika demokrasi tidak akan Indonesia menduduki peringkat ketiga. Kembali pada permasalahan bagaimana demokrasi akan berjalan pasca pengesahan UU PILKADA melalui DPRD. Coba kita flash back keadaan demokrasi sebelum reformasi, dimana pemilihan pimpinan pemerintahan dilakukan oleh DPR/DPRD. Jadi, pada dasarnya pengesahan RUU PILKADA   oleh DPRD itu mengembalikan lagi sis...

RUU PILKADA TIDAK LANGSUNG

Rancangan Undang-undang Pilkada Tidak Langsung (UUKADA) menuai kontroversi diberbagai pihak terutama pemerintah, DPR dan Rakyat sendiri. Berdasar informasi-informasi yang penulis dapatkan ada beberapa hal yang menyebabkan RUU ini di canangkan antara lain yang paling pokok adalah Penghematan biaya APBN yang dikeluarkan untuk pelaksanaan PILKADA langsung diberbagai daerah, memberantas adanya kecurangan penyalahgunaan Surat Suara di TPS dan memberantas adanya kampanye-kampanye yang money politic (politik uang).  Meski pemilihan tidak langsung oleh DPRD tidak menyalahi Undang-Undang (menurut Gumawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri), coba kita fikirkan apabila PILKADA dilakukan tidak langsung oleh DPRD, apa dampak yang kemungkinan akan terjadi? Meski para wakil rakyat (DRPD) dipilih langsung oleh rakyat, secara 100% tidak akan menjamin mereka bekerja sesuai keinginan rakyat. Secara psikis mereka bekerja sudah bukan sebagai rakyat lagi, mereka adalah PEJABAT legislatif yang di beri gaji da...

TIPS MENENTUKAN PILIHAN PERGURUAN TINGGI DAN PROGRAM STUDI

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Langsung saja penulis mau berbagi tips menentukan pilihan perguruan tinggi maupun program studi. Mungkin bermanfaat bagi adik-adik kelas XII yang sebentar lagi menentukan pilihannya. Berikut tips nya : 1.        Sebelum menentukan pilihan,   ketahui minat dan kemampuan anda.  Biasanya ini sulit dilakukan, kadang-kadang dari BK (Bimbingan Konseling) mengadakan Psikotes Kemampuan/Minat untuk siswa kelas XII sebelum memilih PT dan Jurusan. Jangan hanya terpaku pada nilai, karena nilai bersifat subjektif dari guru. Kalau pengalaman penulis, dibidang apa penulis merasa menonjol, suka dan bisa berarti itu bakat dan minat penulis. Sewaktu SMA Penulis dari Prodi IPA. Namun penulis merasa menonjol dan bisa dalam bidang Sosial,  Akhirnya penulis putuskan bahwa minat dan kemampuan penulis di bidang SOSHUM (Sosial Humaniora) 2.        Setelah tau akan minat dan kemampuan, Lakukan browsi...

DARI SISWA MENJADI MAHASISWA part 2

Assalamu'alikum Wr.Wb. Oke guys..kali ini aku mau cerita pengalamanku mengikuti OSPEK di Kampus Peradilan (Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia). Langsung aja di hari pertama tepatnya tanggal 7 September 2014. Seperti halnya di Kampus Terpadu ospek di fakultas memiliki nama juga, yaitu PERADILAN (Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan). Aku berangkat ke kampus pukul 05.15, paling lambat kata panitia pukul 05.30. Sebelum masuk lokasi, di sepanjang jalan gerbang di bariskan rapi dan penyitaan barang-barang yg tidak boleh dibawa (membahayakan), nah pas itu dlm tasku ada gunting, di sita deh. Selain pos penyitaan barang-barang membahayakan ada pos penggugah semangat (salam peradilan) ketika ada ucapan PERADILAN !! Dijawab serentak “Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan”. Setelah tahap demi tahap terlalui akhirnya sampai di lapangan belakang kampus, setelah menemukan jamaah ku (Jamaah 11 – Umar bin Abd.Aziz) di jamaahku belum ada 1 pun maba yg datang, baru miba gitu aja yg datan...

DARI SISWA MENJADI MAHASISWA part 1

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Hallo kawan, kali ini aku mau share juga pengalaman mengikuti ospek di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Dalam benak siswa rata-rata pasti asing dengan UII, karena bukan merupakan universitas negeri, wajar kali yaa yang banyak dikenali itu universitas negeri. Udah nggak banyak basa-basi, akan kuceritakan mulai awal masuk kuliah perdana. Yang penasaran lanjut bacanya yaa ! 1 september 2014 merupakan kuliah perdana maba/miba UII. Sebanyak 6.441 maba/miba berkumpul di Gedung Kahar Mudzakir (salah satu gedung pertemuan di Kampus Terpadu). Aku masih berkesempatan duduk di dlm ruang tepatnya sebelah kanan mimbar, jadi bisa dekat dengan para pejabat kampus dong, hehehe. Sementara kawan maba/miba yang lain tak sedikit duduk di luar gedung karena saking banyaknya (6.441 guys..). Suara Salam penyemangat mahasiswa mulai menggelegar, sekaligus pertama kali ku dengar. Hidup Mahasiswa..Hidup Mahasiswa..Hidup Mahasiswa..Allahu Akbar.. di ucapkan dengan mengepalk...

INI CERITAKU, MANA CERITAMU ?

INI CERITAKU, MANA CERITAMU ??? Assalamu’alaikum wr.wb. Mungkin bermanfaat bagi adik-adik yg sedang dlm kegalauan memikirkan rencana kuliah setelah SLTA. Perkenalkan nama ku Yuniar Riza Hakiki, Nggak banyak basa-basi yaa kawan, aku ingin share pengalamanku selama bertransisi dr seorang “siswa” menjadi “mahasiswa”. tak terbayang fikiran sedikit pun untuk menjadi “mahasiswa”. sewaktu kelas XII, fikiran ku hanya terjurus kalau sudah lulus SMA aku ingin menjadi “Praja” istilah orang yg belajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Yaa, siapapun yg bertanya ku jawab setelah lulus SMA aku ingin belajar di situ. Saat hiruk-pikuk pendaftaran Perguruan Tinggi, aku menyiapkan planning B, selain berniat daftar di institut itu aku juga daftar di Perguruan Tinggi Negeri. Karena dg mendapat sekolah kedinasan ataupun sekolah negeri biasanya seorang siswa lebih disanjung & amat dihargai oleh banyak orang, terutama guruku SMA. Sambil menunggu jadwal pendaftaran IPDN, aku mendaftar juga di...