DON'T ASK TO MUCH, IF YOU CAN'T GIVE ANYTHING
Assalamu’alaikum
Wr.Wb
Kawan-kawan,
Penulis akan berbagi kisah. Kisah ini hanya fiktif belaka karangan penulis,
namun penulis kira akan sangat erat hubungannya dalam kehidupan kita. Selamat membaca
!
Dua orang anak
sebut saja Dora dan Susan. Mereka berdua sangat suka terhadap kegiatan-kegiatan
sosial. Dora merupakan anak yang sangat cerdas, ia menguasai hampir semua mata
pelajaran. Daya kecerdasannya tidak diragukan lagi, sehingga ia mendapat
kesempatan untuk mengikuti sebuah kegiatan berskala Nasional. Kegiatan tersebut
merupakan upaya dalam memberi wadah bagi anak untuk mengekspresikan perannya
terhadap permasalahan sosial. Dalam kegiatan tersebut diberikan
pelatihan-pelatihan bagaimana cara berperan terhadap permasalahan sosial. Dora merupakan
seorang anak yang suka sekali dikenal oleh kawan-kawannya, sebab dengan dikenal
ia merasa mudah untuk berinteraksi dengan kawan-kawannya, sehingga ia tidak
harus mengenali kawan-kawannya satu-persatu. Cukup dengan ia dikenal, maka
suatu saat bertemu secara otomatis kawannya sudah mengenalnya sehingga dia juga
akan tahu kawannya tersebut. Nah, dengan mendapat kesempatan mengikuti kegiatan
tersebut Dora tidak menyia-nyiakan kesempatannya, ia dengan bergegas untuk
mengikutinya. Hitung-hitung biar dikenal (menjadi delegasi).
Dengan berjalannya
waktu, dari mengikuti kegiatan tersebut Dora secara pesat benar-benar banyak
yang mengenalnya. Sehingga ia sangat bermimpi untuk mendapatkan kesempatan mengikuti
kegiatan yang berskala lebih besar. Mimpi Dora tidak membutuhkan waktu yang
lama, Dora mendapat kesempatan lagi mengikuti kegiatan sosial lagi dan berskala
internasional. Tidak heran bagi kawan-kawannya kalau Dora didelegasikan lagi mengikuti
kegiatan berskala internasional sebab saking cerdasnya dia. Nah disisi lain
sahabat Dora yang bernama Susan juga cukup cerdas, suka terhadap
kegiatan-kegiatan sosial. Yang membedakan dari pada Dora, susan belum pernah
mendapat kesempatan mengikuti kegiatan-kegiatan yang berskala besar seperti
yang Dora ikuti. Namun, tidak mengurangi semangatnya dalam berperan dalam
kehidupan sosial, Susan sering melaksanakan aksi-aksi dengan kawan-kawan
sekitarnya untuk saling bahu membahu berupaya turut mengentaskan permasalahan
sosial, semacam membantu memberi pendidikan bagi kawan-kawan yang putus sekolah
karena tidak mampu membiayai, membantu masyarakat yang kekurangan kebutuhan
hidupnya, memberi bimbingan terhadap anak-anak difabel, dsb.
Karir Dora
yang sangat melejit, sehingga ia selalu menambah referensi-referensi untuk
selalu berperan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan berskala besar. Ia terus
belajar, sehingga ia sangat ahli berdiplomasi, berorasi. Karena kecerdasannya
itu, ia sangat berambisi untuk semakin mendapat posisi yang sangat tinggi. Tiap
hari ia isi kehidupannya dengan memperkaya isi otaknya. Dora sangat konsentrasi
untuk hal ini, tidak ada waktu dikehidupannya untuk sedikitnya berperan
langsung terhadap permasalahan-permasalahan sosial seperti apa yang dilakukan
Susan. Sering kali Susan mengajakny, namun ia belum berkenan sebab ia percaya
dengan kemampuan yang ia miliki, nanti dia akan berperan sama seperti apa yang
Susan lakukan dengan lebih baik. Namun takdir mengatakan berbeda, sebelum dora bisa
memberi perannya untuk kehidupan sekitarnya, ia tejangkit penyakit yang sangat
kronis. Sehingga ia hanya menjalani kehidupan diatas tempat tidurnya. Tubuhnya tidak
mampu bergerak, ia seperti sangat ingin bangkit dari kamar tidurnya untuk memberi
apa yang telah ia dapat. Hari-harinya hanya berisi penyesalan.
Hanya pesan yang mampu ia sampaikan kepada
sahabatnya Susan. Isi pesan itu adalah “karena
aku telah mendapat banyak pengetahuan sehingga aku sangat cerdas, sedang aku
belum bisa menggunakan kecerdasanku untuk saudaraku-saudaraku yang membutuhkan,
maka kalau akau mati berikan organ-organ tubuhku kepada orang-orang yang
membutuhkan”
Kawan-kawan,
dari kisah tersebut kiranya kita dapat memetik pelajaran bahwa selain kita
mengharap mendapat pemberian namun kita
haruslah selalu memberi apapun yang kita dapatkan. Berperan tidak harus dari
hal yang besar sehingga hal tersebut kita tunggu dulu untuk membuat kita pada
posisi yang tinggi. Namun dengan melakukan apa yang dicontohkan Susan, semampu
kita untuk selalu berperan untuk bermanfaat bagi sekitar kita maka kehidupan
kita Insya Allah akan selalu bermakna. Sebelum penyesalan terjadi seperti apa
yang dirasakan Dora.
”don’t too much ask, without can
give anything”
[jangan
terlalu berharap banyak, tanpa kita mampu memberi]
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb.
Komentar
Posting Komentar