DARI SISWA MENJADI MAHASISWA part 2
Assalamu'alikum Wr.Wb.
Oke guys..kali
ini aku mau cerita pengalamanku mengikuti OSPEK di Kampus Peradilan (Fakultas
Hukum Universitas Islam Indonesia). Langsung aja di hari pertama tepatnya
tanggal 7 September 2014. Seperti halnya di Kampus Terpadu ospek di fakultas
memiliki nama juga, yaitu PERADILAN (Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan).
Aku berangkat ke kampus pukul 05.15, paling lambat kata panitia pukul 05.30.
Sebelum masuk lokasi, di sepanjang jalan gerbang di bariskan rapi dan penyitaan
barang-barang yg tidak boleh dibawa (membahayakan), nah pas itu dlm tasku ada
gunting, di sita deh. Selain pos penyitaan barang-barang membahayakan ada pos
penggugah semangat (salam peradilan) ketika ada ucapan PERADILAN !! Dijawab
serentak “Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan”. Setelah tahap demi tahap
terlalui akhirnya sampai di lapangan belakang kampus, setelah menemukan jamaah
ku (Jamaah 11 – Umar bin Abd.Aziz) di jamaahku belum ada 1 pun maba yg datang,
baru miba gitu aja yg datang blm seberapa, waahh. Menjelang pembukaan akhirnya
mereka segerombol datang (ternyata mereka terlambat, dan ditahan sebentar sama
panitia). Dalam tiap sambutan di acara pembukaan baik sambutan ketua OC
(Organizing Commite), SC (Steering Commite), Ketua LEM, Ketua DPM dan Dekan FH
UII semua menyambut dan mengucap selamat datang kepada kita maba/miba, selain
ucapan selamat datang beliau selalu memberi semangat, motivasi dan maksud acara
PERADILAN dilaksanakan. Tak asing lagi ucapan Hidup Mahasiswa ! dan yel – yel
FH UII “Hukum Bersatu Tak Bisa Dikalahkan..!!” selalu tedengar & membuat
gairah untuk selalu bersemangat mengikuti kegiatan.
Agenda
selanjutnya Studium General (Kuliah Umum) yg di isi oleh 3 pemateri.
Masing-masing menyampaikan topik yg berbeda-beda namun berkaitan. Pertama
tentang bagaimana menjadi insan yg berkarakter mujahid, yang kedua bagaimana
karakter perjuangan pemuda/mahasiswa masa lalu (flash back), sedangkan yg
ketiga bagaimana menyikapi/menghadapi tantangan-tantangan mahasiswa masa
sekarang. Semua itu bertujuan untuk membuka wacana bagaimana menjadi insan yg
ulil albab, sesuai misi dilaksanakannya PERADILAN. Setelah studium general
selesai, agenda selanjutnya sholat dan makan siang (ini yg ditunggu-tunggu,
hehehe). Setelah sholat dan makan siang ada materi tentang “ Etos Perjuangan”,
dipandu dan disampaikan oleh bang Harry Setya Nugraha (Ketua LEM FH UII).
Ditayangkan video pergerakan mahasiswa 1998 dalam mewujudkan reformasi untuk
mencapai demokrasi yg sebenarnya. Tak lupa beliau membuka wacana dan gambaran
bagaimana kita sebagai mahasiswa yg bukan siswa lagi bersikap dan bertindak.
Selanjutnya ada materi lagi tentang “Pergerakakan Mahasiswa”, dipandu dan
disampaikan oleh Bang Harry Muhammad Jasuri (Ketua DPM FH UII) lagi-lagi
pimpinan lembaga yg menyampaikan, hehehe... beruntung banget yaa. Pada
kesempatan itu kita di bukakan wacana bahwa “mengapa pasca reformasi tak ada
lagi pergerakan mahasiswa ?” apakah pemerintah sudah baik menjalankan roda
pemerintahan? Atau memang sudah tidak ada lagi tokoh-tokoh pergerakan? Padahal
mulai tahun 1908 tonggak pertama lahirnya pergerakan yg dipelopori Budi Utomo,
1928 peristiwa sumpah pemuda, 1945 peristiwa rengasdengklok, 1966 Tragedi
MALARI, 1974 dan 1998 Tragedi TRISAKTI yang mewujudkan reformasi selalu ada
pergerakan untuk mengontrol kinerja pemerintah. Namun pasca reformasi tidak ada
lagi pergerakan. Beberapa pertanyaan bergulir di benak ku, mengapa yaa? Hehe.
Malam harinya
agenda PERADILAN adalah mengenalkan UKM FH UII melalui video (membosankan sih)
karena videonya kurang kreatif (hehehe, maaf yaa kak ini kan pendapat). Selanjutnya,
setelah sholat isya’ ada materi tentang Forum Group Disscusion (FGD). Pada kali
ini kita di beri suatu topik/pernyataan yang dianggap sebagai masalah dan kita
di bagi menjadi 2 kelompok untuk mendebatkan dari 2 sudut pandang yg berbeda
(pro/kontra). Topiknya adalah PP. NO 61 Pasal 31 tentang legalisasi aborsi. Dimana
saat itu aku bersama kelompok memeroleh
sudut pandang Pro (waah, harus setuju ini yaa). Meski kubu kontra lebih mudah
mencari argumen, kita nggak kalah debat meski hanya memiliki beberapa argumen
diantaranya boleh dilakukannya aborsi apabila dalam keadaan darurat dan
membahayakan, boleh dilakukan pada korban kasus pemerkosaan dan yang ketiga hadis
yg membolehkan aborsi apabila usia kandungan kurang dari 40 hari (belum
ditiupkannya nyawa), dan itupun sesuai dengan persyaratan legalisasi aborsi. Dan
pada alasan ketiga lah yang kami utamakan dan pertahankan. Pada akhirnya
menurut kakak pemandu tidak ada argumen yang salah maupun benar, ini hanya
untuk membuka wacana dari kedua sudut pandang dan melatih sikap kritis
sekaligus sikap aktif para Maba/Miba. Jam menunjukkan sekitar pukul 21.00, aku
kira sudah selesai materinya namun ternyata masih ada materi terakhir di hari
pertama (ampun deh, udah capek + ngantuk) tak apa lah perjuangan memasuki pintu
Kampus Pejuang Keadilan kok.hehehe. Materi terakhir adalah manajemen aksi
(bahasa umumnya manajemen demo), karena mahasiswa diharapkan kritis sebagai
agent of change maka dituntut untuk selalu berperan aktif dalam pemerintahan salah
satunya kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah. Perlu teori untuk
melakukan hal itu (yakni manajemen aksi). Dalam keadaan kecapekan kakak
pemateri menyuruh kita mempraktikkan demonstrasi di dalam kelas (lucu sekali
kalo pembaca tau, hehehe). Waktu itu aku sebagai orator dengan kedua temanku,
dan salah satu temanku dari Bima,Nusa Tenggara Barat menjadi ketua DPR. Ini
yang membuat situasi simulasi seperti dagelan, karena temanku yang dari NTB
tadi super sekali lucunya.hehehe.
Agenda selanjutnya,
tidur deh..
Sampai jumpa
untuk cerita di hari kedua, ditunggu yaa..
Komentar
Posting Komentar