INI CERITAKU, MANA CERITAMU ?
INI CERITAKU, MANA CERITAMU ???
Assalamu’alaikum wr.wb.
Mungkin bermanfaat bagi adik-adik
yg sedang dlm kegalauan memikirkan rencana kuliah setelah SLTA.
Perkenalkan nama ku Yuniar Riza
Hakiki,
Nggak banyak basa-basi yaa kawan,
aku ingin share pengalamanku selama bertransisi dr seorang “siswa” menjadi
“mahasiswa”. tak terbayang fikiran sedikit pun untuk menjadi “mahasiswa”.
sewaktu kelas XII, fikiran ku hanya terjurus kalau sudah lulus SMA aku ingin menjadi
“Praja” istilah orang yg belajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Yaa,
siapapun yg bertanya ku jawab setelah lulus SMA aku ingin belajar di situ. Saat
hiruk-pikuk pendaftaran Perguruan Tinggi, aku menyiapkan planning B, selain
berniat daftar di institut itu aku juga daftar di Perguruan Tinggi Negeri.
Karena dg mendapat sekolah kedinasan ataupun sekolah negeri biasanya seorang
siswa lebih disanjung & amat dihargai oleh banyak orang, terutama guruku
SMA. Sambil menunggu jadwal pendaftaran IPDN, aku mendaftar juga di STAN. Di
samping itu aku juga mengikuti tahap-tahap pendafataran di PTN
(SNMPTN,SBMPTN,UJIAN TULIS MANDIRI). Nah, ntar di kira sombong, aku juga daftar
juga di PTS lho (buat iseng dan jaga-jaga aja), aku daftar di Universitas Islam
Indonesia (UII), daftar program studi ilmu hukum (karena aku suka materi yg
berbau pemerintahan, politik dan hukum). Memang pusing sih, awalnya pengen ke
IPDN, tp karena jadwal pendaftarannya paling akhir aku ikuti tahap-tahap
pendaftaran PTN dan PTS maupun STAN. Aku pasrah aja sama Allah SWT. do’a ku
bukan diterima di PTN,PTS,STAN/IPDN tapi mana yg terbaik dan yg ku butuhkan (tp
dlm lubuk do’a yg terdalam pengen diterima di IPDN sih, hehe). Nah, begini alur
cerita sewaktu daftar (baca terus yaa). Sebelum UAN aku ikuti proses
pendaftaran PTN jalur SNMPTN (karena semua siswa wajib mengikuti). Aku daftar
Prodi Perencanaan Wilayah Kota (UNS) dan Agribisnis (UB), karena aku dr IPA
jadi gk boleh ambil lintas jurusan yg berbau pemerintahan, politik maupun
hukum. Kenapa aku ambil UNS/UB, kata guru BK ku berpeluang diterima gitu. Tp
all hasil 0 besar (tak apa lah, emg gk minat kok, hehe). Masih bersemangat
daftar di PTN, aku ikuti jalur SBMPTN. Nah, kalo ini boleh lintas jurusan tp
syaratnya harus tes campuran (ngerjain soal IPA (saintek) maupun IPS (soshum).
Aku daftar SBMPTN di Universitas Gajah Mada (UGM), daftar Ilmu Hukum,
Administrasi Negara dan ilmu peternakan (yg ini buat pelengkap aja sih), keren
kan hehe. Tp buat jaga-jaga kalo 0 besar lg, aku ikuti jalur ujian tulis
mandiri (UTUL UGM) juga. Tp aku gk daftar di ilmu Hukum lg, karena di sisi lain
aku juga daftar di UII Ilmu Hukum jalur Prestasi Non Akademik (pake piagam
kejuaraan festival perkusi pelajar tingkat Jawa Timur). Kalo proses daftar
STAN, aku ikuti bimbel dg maksud biar kenal soal-soal tes STAN, SBMPTN dan UTUL
(karena tipe & jenis soalnya hampir sama). Nah, setelah aku lalui semua
tahap-tahap pendaftarn dan tes, ku tunggu semua pengumumannya. Pengumuman yg
paling awal yaitu PSB UII, pengumumannya tepat di tanggal kelahiran ku, dan
alhamdulillah wa syukurillah.. aku diterima di Ilmu Hukum UII (lumayan udh dpt
1 sekolah, hehe). Kata teman2ku itu kado ultah ku, ya udh deh syukur. Sebelum pengumuman
SBMPTN, UTUL UGM & STAN aku ikuti tahap registrasi akhir PSB UII. Biasanya
kalo habis daftar ulang tu, kalo di PTN / PTS lain dapat almamater yaa, lah
kalo ini enggak justru aku dapat Al-Qur’an terbitan UII Press, yaa udah gpp
alhamdulillah (mungkin petunjuk kali ya). Setelah tiba saatnya pengumuman
SBMPTN, UTUL UGM & STAN all hasil ? alhamdulillah.. dapat ZONK, tak apa lah
meskipun SAKIT di tolak 3 jalur masuk PTN & PTK. Yaa mungkin Allah udh
mulai tunjukkan mana yg aku butuhkan (antara UII / IPDN). TETAPI, aku ditanya
sama kakakku soal alesan pengen masuk IPDN, aku jawab pengen segera dpt kerja
& bisa merubah & memperbaiki sistem-sistem kurang baik pemerintahan.
Jawaban kakakku “jangan ke situ, kalo daftar situ justru kamu yg akan diwarnai
bukan yg mewarnai (buat bahasa sendiri sih, yaa inti jawaban kakakku spt itu).
Selain kakakku aku juga di beri pencerahan sama temanku (intinya juga sama). Apalagi
orang tua, awalnya juga melarang karena kampus itu punya sejarah kekerasan. Semakin
bingung, udah berniat bulat sejak dulu, sampe kebawa mimpi eeh ternyata
pandangan orang disekitarku spt itu. Dg mempertimbangkan bahwa masuk ke IPDN
sainganya amat ketat + yg di ambil amat sedikit (di jatah per kabupaten)
tahapan tesnya begitu banyak + jadwal pendaftarannya gk keluar-keluar akhirnya
aku putuskan utk tidak daftar (bukan berarti kalah sebelum bertanding lho yaa,
ini namanya perhitungan sebelum terjerumus di jalan yg salah bagiku). Tinggal
UII deh peganganku. Padahal awalnya UII Cuma buat cadangan dan iseng-iseng aja.
Semua tentang IPDN,UGM,STAN aku lupakan dan kuhapus....
Pada intinya pelajaran yg dapat
kita ambil pada pengalaman ku ini.
“SEMUA ORANG WAJIB MENCOBA DAN MENJALANI KEINGINAN & PILIHAN, TP
TIDAK SEMUA ORANG BISA MENDAPATKAN KEINGINAN & PILIHAN ITU, KARENA ALLAH
SWT TELAH TAKDIRKAN KITA PADA PILIHAN YG TERBAIK DAN KITA BUTUHKAN”
Sekian dulu ceritaku, insyaallah
akan aku sambung cerita seru jalani adaptasi di “KAMPUS PERJUANGAN !”
biar nggak luwes, maaf kalo
bahasanya ALAY dan Kurang Berkenan. Hehehe (positive)
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Komentar
Posting Komentar