ISLAM DAN PERPOLITIKAN DUNIA
Bismillah
Hirrahmannirrahim
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Mengamati
dinamika politik yang ditandai dengan banyaknya konflik diberbagai belahan
dunia. Sepertinya menarik dan sangat perlu membahas judul diatas, sebab dalam
konflik tersebut tidak lepas keterkaitannya dengan masyarakat islam.
Langsung
saja penulis contohkan konflik antara Israel dengan Palestina dan gerakan Negara
Islam Irak Suriah (NIIS) atau sering kita dengar dengan istilah ISIS. Semalam [15/10]
penulis mengikuti diskusi yang mengangkat tema “Kontroversi Gerakan ISIS
terhadap Radikalisme Global”, sangat menarik diskusi tersebut saat pembicara
membuka wacana tentang sejarah dan peradaban antara Timur Tengah – Barat. Inti yang
dapat penulis catat dari uraian pembicara yakni pada awalnya Islam itu berkuasa
dan jaya peradabannya ditandai dengan banyak ilmuwan-ilmuwan dari islam namun
Barat mengejar ketertinggalannya dengan mengembangkan sains dan pengetahuan,
sedang saat islam mulai tertinggal lagi justru islam mengejar ketertinggalannya
dengan gerakan-gerakan teror.
Penulis
membaca beberapa artikel di internet tentang tanggapan mengenai gerakan-gerakan
teror yang terjadi di dunia ini, apabila memang yang melakukan gerakan tersebut
adalah umat islam padahal islam sendiri tidak mengajarkan kekerasan/teror dalam
mengembangkan ajaran islam. Nah,
tercetus pertanyaan sebenarnya dinamika politik seperti apa yang terjadi
didunia ini? Apakah sikap barat (AS beserta sekutunya) yang berusaha akan
menguasai dunia dengan membuat konflik, ataukah Timur (negara-negara timur
tengah) yang dominan negara islam akan mengembangkan ajaran islam diseluruh
belahan dunia dengan teror?
Bedasar
artikel yang ditulis Ahmad Sahide (Kandidat Doktor Kajian Timur Tengah UGM)
yang berjudul Obama, NIIS, dan Hubungan
Islam-Barat penulis menyimpulkan bahwa ada perubahan sikap obama terhadap
negara-negara islam yang pada awalnya dengan terpilihnya Obama sebagai Presiden
AS hubungan antara Islam dan Barat ada harapan baik. Dalam artikel tersebut
dijelaskan bahwa Obama terkena imbas arus politik tidak sehat dalam Gedung Putih
AS. Tampak obama sedang gencar menghimpun kekuatan untuk menyerang NIIS dengan
berbagai dalih untuk mendominasi dan menguasai dunia. Selain itu tidak ada
usaha dari AS untuk mendamaikan konflik antara Israel dan Palestina, sebab
perdamaian bertahun-tahun tidak kunjung tercipta.
Disisi
lain, gerakan Negara Islam Irak Suriah (NIIS) yang sedang panas-panasnya di
benak dunia disebut sebagai gerakan teror maha dahsyat yang mampu merusak
ideologi-ideologi bangsa, sepertinya sama-sama mempunyai strategi jitu. Penulis
contohkan dari sumber saat diskusi semalam, NIIS mempunyai cara untuk membuat
ketegangan dunia tanpa melakukan serangan yang banyak menelan korban (seperti
Konflik Israel-Palestina) namun mereka hanya membunuh/menyembelih orang barat
dan dengan terang-terangan video pembunuhan tersebut di upload di youtube.
Dari
penjelasan diatas berbagai pertanyaan muncul dibenak kita, antara lain :
1.
Padahal
Konflik Israel – Palestina belum selesai, mengapa sudah ada konflik lagi?
Apakah ini sebagai cara untuk
mengalihkan perhatian masyarakat dunia terhadap konflik Israel – Palestina?
2.
Apabila
gerakan NIIS tersebut merupakan benar-benar gerakan umat islam, apakah gerakan
tersebut merupakan gerakan Radikalisme berkarakter mujahid (jihad islamiyah) ?
3.
Dan
bagaimana kita bersikap selaku umat islam terhadap kasus ini?
Pertanyaan tersebut tidak
bisa dijawab tanpa kita mau mengamati dan mempelajari perjalanan konflik yang
terjadi di Dunia. Dan disini penulis tidak akan menggurui untuk menjawab
pertanyaan tersebut bagi pembaca. Penulis hanya ingin kita sama-sama tahu
mengenai dinamika politik yang terjadi antara negara-negara didunia. Oleh karena
itu kita harus bersikap terhadap hal-hal itu. Bersikap tidaklah mudah tanpa
mengetahui permasalahannya. Apabila kita bersikap tanpa tahu permasalahannya
maka yang akan timbul adalah suudzan (berprasangka buruk) terhadap hal-hal yang
sebenarnya tidak buruk. Mengenai konflik diatas (Konflik Israel-Palestina,
Gerakan Radikal ISIS) semata-mata kita hanya sebagai juri, menilai mana yang
kira-kira baik / buruk atau yang menang dan yang kalah. Tanpa tahu sebenarnya bagaimana
dan mengapa konflik tersebut terjadi, yang ada hanya fikiran negatif jika media
mengabarkan negatif terhadap suatu hal.
Nasehat
untuk kita semua :
1)
Dan
perangilah dijalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah
kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang
melampaui batas (Q.S. Al-Baqarah : 190)
Dalam
suatu riwayat dikemukakan bahwa ayat ini turun berkenaan dengan
"perdamaian di Hudaibiah", yaitu ketika Rasulullah SAW dicegat oleh
kaum Quraisy untuk memasuki Baitullah. Adapun isi perdamaian tersebut antara
lain agar kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Ketika
Rasulullah SAW beserta shahabatnya memeprsiapkan diri untuk melaksanakan umrah
tersebut sesuai dengan perjanjian, para shahabat khawatir kalau-kalau
orang-orang Quraisy tidak menepati janjinya, bahkan memerangi dan menghalangi
mereka masuk di Masjidil Haram, padahal kaum Muslimin enggan berperang pada
bulan haram. Turunnya "Waqatilu fi sabilillahil ladzina (S. 2: 190) sampai
(S.
2: 193)" membenarkan berperang untuk membalas serangan musuh.
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
(Diriwayatkan oleh al-Wahidi dari al-Kalbi, dari Abi Shaleh yang bersumber dari Ibnu Abbas.)
2)
Dan mereka tidak mempunyai sesuatu
pengetahuanpun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan
sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikitpun terhadap
kebenaran. (Q.S. An Najm : 53)
Dari dua ayat Al-Qur’an tersebut kita dapat ambil suatu
pelajaran yakni untuk memerangi orang/kaum yang memerangi umat islam namun
tanpa berlebih-lebihan (memerangi tidak harus dengan kekerasan, sebab Allah
tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas) dan dari ayat yang kedua kita
tidak boleh berprasangka (prasangka buruk) tanpa kita mengetahui tentang hal
itu.
Sebagai umat muslim yang bijak
seyogyanya kita bersikap dengan sebaik-baiknya sesuai perintah dan larangan
Allah SWT dan Rasul-Nya. Sekian yang dapat penulis sampaikan, sekedar membuka
wacana dan pengetahuan sesama dan tak ada kebenaran selain yang datang dari
Allah SWT. Semoga bermanfaat !
Wassalamu’alaikum
Wr.Wb
Komentar
Posting Komentar