Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

DEMOKRASI PASCA PENGESAHAN RUU PILKADA OLEH DPRD

           Setelah RUU PILKADA disahkan oleh DPR melalui jalan votting menjadi UU PILKADA tentang pemilihan kepala daerah (Gubernur, Bupati dan Walikota) oleh DPRD. Penulis tertarik untuk membahas bagaimana Demokrasi yang telah diperjuangkan dan dibangun pasca reformasi 1998 akan mulai ditumbangkan lagi pada era ini. Demokrasi di Indonesia telah menduduki peringkat 3 dunia. Menurut penulis tolok ukur yang digunakan untuk memberi peringkat tersebut adalah sejauh mana rakyat turut terlibat dalam menentukan pemerintahan. Karena jika berdasar bagaimana demokrasi itu dijalankan sesuai etika-etika demokrasi tidak akan Indonesia menduduki peringkat ketiga. Kembali pada permasalahan bagaimana demokrasi akan berjalan pasca pengesahan UU PILKADA melalui DPRD. Coba kita flash back keadaan demokrasi sebelum reformasi, dimana pemilihan pimpinan pemerintahan dilakukan oleh DPR/DPRD. Jadi, pada dasarnya pengesahan RUU PILKADA   oleh DPRD itu mengembalikan lagi sis...

RUU PILKADA TIDAK LANGSUNG

Rancangan Undang-undang Pilkada Tidak Langsung (UUKADA) menuai kontroversi diberbagai pihak terutama pemerintah, DPR dan Rakyat sendiri. Berdasar informasi-informasi yang penulis dapatkan ada beberapa hal yang menyebabkan RUU ini di canangkan antara lain yang paling pokok adalah Penghematan biaya APBN yang dikeluarkan untuk pelaksanaan PILKADA langsung diberbagai daerah, memberantas adanya kecurangan penyalahgunaan Surat Suara di TPS dan memberantas adanya kampanye-kampanye yang money politic (politik uang).  Meski pemilihan tidak langsung oleh DPRD tidak menyalahi Undang-Undang (menurut Gumawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri), coba kita fikirkan apabila PILKADA dilakukan tidak langsung oleh DPRD, apa dampak yang kemungkinan akan terjadi? Meski para wakil rakyat (DRPD) dipilih langsung oleh rakyat, secara 100% tidak akan menjamin mereka bekerja sesuai keinginan rakyat. Secara psikis mereka bekerja sudah bukan sebagai rakyat lagi, mereka adalah PEJABAT legislatif yang di beri gaji da...

TIPS MENENTUKAN PILIHAN PERGURUAN TINGGI DAN PROGRAM STUDI

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Langsung saja penulis mau berbagi tips menentukan pilihan perguruan tinggi maupun program studi. Mungkin bermanfaat bagi adik-adik kelas XII yang sebentar lagi menentukan pilihannya. Berikut tips nya : 1.        Sebelum menentukan pilihan,   ketahui minat dan kemampuan anda.  Biasanya ini sulit dilakukan, kadang-kadang dari BK (Bimbingan Konseling) mengadakan Psikotes Kemampuan/Minat untuk siswa kelas XII sebelum memilih PT dan Jurusan. Jangan hanya terpaku pada nilai, karena nilai bersifat subjektif dari guru. Kalau pengalaman penulis, dibidang apa penulis merasa menonjol, suka dan bisa berarti itu bakat dan minat penulis. Sewaktu SMA Penulis dari Prodi IPA. Namun penulis merasa menonjol dan bisa dalam bidang Sosial,  Akhirnya penulis putuskan bahwa minat dan kemampuan penulis di bidang SOSHUM (Sosial Humaniora) 2.        Setelah tau akan minat dan kemampuan, Lakukan browsi...

DARI SISWA MENJADI MAHASISWA part 2

Assalamu'alikum Wr.Wb. Oke guys..kali ini aku mau cerita pengalamanku mengikuti OSPEK di Kampus Peradilan (Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia). Langsung aja di hari pertama tepatnya tanggal 7 September 2014. Seperti halnya di Kampus Terpadu ospek di fakultas memiliki nama juga, yaitu PERADILAN (Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan). Aku berangkat ke kampus pukul 05.15, paling lambat kata panitia pukul 05.30. Sebelum masuk lokasi, di sepanjang jalan gerbang di bariskan rapi dan penyitaan barang-barang yg tidak boleh dibawa (membahayakan), nah pas itu dlm tasku ada gunting, di sita deh. Selain pos penyitaan barang-barang membahayakan ada pos penggugah semangat (salam peradilan) ketika ada ucapan PERADILAN !! Dijawab serentak “Pekan Raya Dan Silaturahmi Perkenalan”. Setelah tahap demi tahap terlalui akhirnya sampai di lapangan belakang kampus, setelah menemukan jamaah ku (Jamaah 11 – Umar bin Abd.Aziz) di jamaahku belum ada 1 pun maba yg datang, baru miba gitu aja yg datan...

DARI SISWA MENJADI MAHASISWA part 1

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Hallo kawan, kali ini aku mau share juga pengalaman mengikuti ospek di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Dalam benak siswa rata-rata pasti asing dengan UII, karena bukan merupakan universitas negeri, wajar kali yaa yang banyak dikenali itu universitas negeri. Udah nggak banyak basa-basi, akan kuceritakan mulai awal masuk kuliah perdana. Yang penasaran lanjut bacanya yaa ! 1 september 2014 merupakan kuliah perdana maba/miba UII. Sebanyak 6.441 maba/miba berkumpul di Gedung Kahar Mudzakir (salah satu gedung pertemuan di Kampus Terpadu). Aku masih berkesempatan duduk di dlm ruang tepatnya sebelah kanan mimbar, jadi bisa dekat dengan para pejabat kampus dong, hehehe. Sementara kawan maba/miba yang lain tak sedikit duduk di luar gedung karena saking banyaknya (6.441 guys..). Suara Salam penyemangat mahasiswa mulai menggelegar, sekaligus pertama kali ku dengar. Hidup Mahasiswa..Hidup Mahasiswa..Hidup Mahasiswa..Allahu Akbar.. di ucapkan dengan mengepalk...

INI CERITAKU, MANA CERITAMU ?

INI CERITAKU, MANA CERITAMU ??? Assalamu’alaikum wr.wb. Mungkin bermanfaat bagi adik-adik yg sedang dlm kegalauan memikirkan rencana kuliah setelah SLTA. Perkenalkan nama ku Yuniar Riza Hakiki, Nggak banyak basa-basi yaa kawan, aku ingin share pengalamanku selama bertransisi dr seorang “siswa” menjadi “mahasiswa”. tak terbayang fikiran sedikit pun untuk menjadi “mahasiswa”. sewaktu kelas XII, fikiran ku hanya terjurus kalau sudah lulus SMA aku ingin menjadi “Praja” istilah orang yg belajar di Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Yaa, siapapun yg bertanya ku jawab setelah lulus SMA aku ingin belajar di situ. Saat hiruk-pikuk pendaftaran Perguruan Tinggi, aku menyiapkan planning B, selain berniat daftar di institut itu aku juga daftar di Perguruan Tinggi Negeri. Karena dg mendapat sekolah kedinasan ataupun sekolah negeri biasanya seorang siswa lebih disanjung & amat dihargai oleh banyak orang, terutama guruku SMA. Sambil menunggu jadwal pendaftaran IPDN, aku mendaftar juga di...