DESTINASI WISATA SOSIAL BUDAYA PACITAN

PACITAN [19/02] Sebagai puncak peringatan Hari Jadi yang ke-270 Kabupaten Pacitan, digelarlah agenda Kirab dan Prosesi Hari Jadi (Hajatan). Agenda hajatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 19 Februari 2015 mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB. Puncak kegiatan Hari Jadi ini merupakan agenda wajib tiap tahun yang digelar setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan tepatnya pada tanggal 19 Februari. Menjadi momentum yang sangat bernilai sejarah,budaya,sosial dan pariwisata sebab kegiatan ini dikemas untuk dapat dinikmati oleh masyarakat maupun pengunjung / wisatawan. 
Seperti biasa, suasana jawa dengan diwujudkannya dekorasi dan alunan gamelan jawa terasa dalam jalannya prosesi ini. Sebelum dilaksanakannya prosesi hajatan di Pendopo Kabupaten terlebih dahulu dilaksanakan prosesi kirab yang dimulai dari Desa Nanggungan dan Sukoharjo. Terdapat ritual menarik dalam kirab ini, diantaranya adalah pertemuan dua pasukan dari arah yang berlawanan (masing-masing dari arah Desa Nanggungan dan Sukoharjo) di perempatan Penceng. Kemudian setelah para pasukan menjadi satu dan dijemput oleh Bupati Pacitan dilanjutkan prosesi hajatan di Pendopo Kabupaten dengan ditandai ritual penyerahan Rucuh Pace (Air sari buah Pace) yang konon buah Pace merupakan obat mujarab dan menjadi sejarah berdirinya nama “Pacitan”. Dalam pelaksanaanya, prosesi kiraban sendiri diikuti para peraga prajurit pasukan kuda, pembawa umbul-umbul, pembawa pedang dan tombak, pembawa lukisan tokoh-tokoh yang pernah memimpin Pacitan. Pasukan tersebut iring-iringan bersama abdi kabupaten yang menaiki kereta kencana. 
Berbagai macam seni pertunjukan dan Tari-tarian asli dari Kabupaten Pacitan turut disajikan dalam Prosesi Hajatan ini, antara lain Tari Kolosal Kethek Ogleng, Tari Sekar Pace, dan berbagai pertunjukan menarik lainnya. Hal ini merupakan salah satu wujud bahwa dalam momentum peringatan Hari Jadi selalu nguri-uri atau melestarikan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Pacitan. Seni Budaya ini memiliki nilai yang sangat berharga sebab dengan demikian Kabupaten Pacitan memiliki jati diri dan pesona seni budaya yang dapat menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Pacitan. Salah satu agenda acara yang menjadi daya tarik masyarakat dan pengunjung adalah pembagian dan perebutan jajanan lokal pada gunungan Pace yang konon siapa yang beruntung mendapatkan akan memeroleh berkah dari Tuhan Yang Maha Esa. 

Makna substantif dalam agenda  ini tampak terdapat keguyub-rukunan masyarakat yang antusias menyaksikan dan mengikuti berjalannya Prosesi Hajatan. “Prosesi Hari Jadi ini merupakan peringatan bersejarah guna mengingatkan kepada kita semua tentang berdirinya Kabupaten Pacitan, dengan demikian saya berharap agenda ini dapat menjadi nilai tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Pacitan maupun Pengunjung dari luar daerah yang juga turut menyaksikan” kurang lebih seperti ungkapan Bapak Bupati Indartato setelah seluruh rangkaian acara usai.

Agenda rutin Kirab dan Prosesi Hari Jadi ini dapat menjadi destinasi wisata yang recomended dikunjungi para wisatawan yang akan dan sedang berkunjung di Pacitan pada tiap pelaksanannya. Sebab tidak hanya Kirab saja yang digelar pada prosesi ini, melainkan sajian-sajian budaya kearifan lokal juga dapat menjadi ajang rekreasi dan penambah wawasan mengenai kekayaan Seni Budaya yang dimiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta. Dengan mengenali dan menjaga Budaya Kearifan Lokal maka NKRI akan semakin menjadi Negara yang berdaulat terutama dalam bidang Sosial Budaya.


Monggo Rawuh Pacitan ! “Pacitan Paradis of Java”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Problematik Disharmoni Peraturan dan Kebijakan Pemerintah dalam Konteks Pengaruhnya Bagi Perekonomian Nasional

INI CERITAKU, MANA CERITAMU ?

PILKADA DAN CAKADA TERSANGKA